Halo semua! 👋

Setahun lalu, aku sempat disibukkan dengan sebuah proyek akhir semester yang sangat berkesan: menyusun Digital Business Plan untuk platform kesehatan bernama NutriJoy. Proyek ini bukan sekadar tugas biasa, tapi merupakan pengalaman desain pertama aku, jadi prosesnya benar-benar penuh pembelajaran dari nol.

Bersama teman-teman dari Kelompok 1,  Kelas A, kami membawa misi "Nutrisi seimbang, Masa depan cemerlang".


Awal Mula: Dari Ide Makan Bergizi Gratis (MBG)

Jujur saja, perjalanan ini dimulai dengan cara yang unik. Ide kami terinspirasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Meskipun secara pribadi aku sempat merasa ide ini agak kurang linear atau kurang nyambung dengan konsep awal yang aku bayangkan, kami tetap mencoba membedahnya lebih dalam untuk mencari solusi digital yang tepat bagi anak-anak Indonesia.

Terjun Langsung: Interview ke Sekolah-Sekolah

Sebagai pemula di bidang desain dan perencanaan bisnis, kami melakukan interview langsung ke sekolah-sekolah untuk memvalidasi masalah gizi. Ternyata, tantangannya nyata: banyak orang tua yang kurang edukasi gizi, anak-anak susah makan sayur, dan tingginya minat pada fast food.

Tapi, ada cerita lucu di balik riset ini! Saat kami interview ibu-ibu, mereka curhat panjang lebar: ada yang pamer bekal, ada yang curhat anaknya paling anti sama brokoli, sampai ada yang semangat banget cerita makanan kesukaan anaknya! Lucunya lagi, pas kami tanya ke anak-anaknya, mereka malah kompak menjawab makanan-makanan yang lagi viral! Huhuhu, gemas banget. Momen itu benar-benar membangkitkan kenangan pas aku masih SD dulu.

Menyusun Strategi: Business Model Canvas (BMC)

Setelah mendapatkan data dari lapangan, kami menyusun Business Model Canvas (BMC). Kami menentukan target pasar kami: 70% adalah orang tua dan 30% adalah guru sebagai perantara edukasi. Kami juga merancang strategi pendapatan melalui layanan premium, iklan produk nutrisi, dan kerja sama dengan ahli gizi.

Belajar Hal Baru: Proses Desain Prototype

Nah, bagian ini yang paling menantang sekaligus berkesan! Kami semua benar-benar pemula dalam mendesain prototype aplikasi. Ini adalah pengalaman dan pembelajaran baru yang sangat menarik buat aku pribadi.


Dalam prosesnya, ada banyak sekali trial and error saat merancang desainnya. Kadang sudah jadi satu halaman, eh merasa kurang cocok, lalu rombak lagi dari awal. Bahkan, ada momen di mana kami harus rela hujan-hujanan demi bisa berkumpul dan diskusi kelompok agar progresnya tidak terhambat. Meskipun sulit, prosesnya ternyata sangat menyenangkan karena dilakukan bareng-bareng.

Aku sendiri banyak belajar hal teknis lewat video tutorial di TikTok—mulai dari cara membuat layout yang nyaman sampai fitur interaktif lainnya. Hasil akhirnya? Not bad-lah buat orang yang baru pertama kali desain! Kami berhasil merancang fitur utama seperti:

  • Cek Kebutuhan Nutrisi: Untuk memantau berat badan, tinggi badan, hingga IMT anak.

  • Konsultasi Langsung: Fitur interaktif dengan ahli gizi untuk solusi gizi yang lebih personal.

  • Daily Nutritions & Resep: Berbagai menu kreatif seperti Nasi Ikan Goreng atau Kebab Healthy agar anak tidak bosan makan sehat.

Plot Twist: Presentasi di Panggung Besar!


Setelah semua persiapan PPT selesai, muncul sebuah kejutan yang bikin kami satu tim shock: ternyata presentasinya bukan di kelas kampus, melainkan di sebuah tempat yang besar! Perasaan kami campur aduk antara excited, khawatir, dan jujur saja... takut banget. Karena ini pertama kalinya bagi kami tampil di tempat seperti itu.

Saking nervous-nya, di hari-H kami sengaja datang jauh lebih awal. Kami mencari cafe terdekat dari lokasi cuma untuk latihan presentasi berkali-kali. Lucunya, karena deg-degan tingkat tinggi, kami sampai lupa makan siang! Jangankan lapar, rasanya sudah nggak mood makan karena tertutup rasa gugup.

Pas giliran kami naik ke atas panggung, kaki rasanya lemas dan suara agak gemetar. Benar-benar pengalaman yang luar biasa menantang adrenalin. Tapi begitu selesai, rasanya legaaaaa banget! Beban berat langsung terangkat, dan saat itulah baru rasa lapar datang menyerang. Baru deh kami bisa makan dengan tenang setelah presentasi kelar.

Meet the Team!

Pengalaman berharga ini aku lalui bersama tim yang luar biasa:

Naila Nurfadhilah Yunus (Founder) (saya sendiri)

Andi Siti Farah Dila (Co-founder)

Putri Wahyuni Sya'da (Co-founder)

Habibi Ibnu Haris (Co-founder)

Muh. Faqih Faisal (Co-founder)

Penutup: Lebih dari Sekadar Nilai

Akhir kata, mengerjakan NutriJoy memberikan perspektif baru bagi aku tentang bagaimana sebuah ide bisa berubah menjadi sesuatu yang punya tujuan mulia untuk menekan angka stunting di Indonesia. Sebagai pemula di dunia desain, aku belajar bahwa tidak apa-apa memulai dari nol. Karena pada akhirnya, proses belajar itulah yang paling mahal harganya.

Terima kasih untuk tim, Andi Siti Farah Dila, Putri Wahyuni Sya'da, Habibi Ibnu Haris, dan Muh. Faqih Faisal, yang sudah berjuang bareng dari tahap interview sampai prototype ini jadi. love u guys!!!